Menko Polkam Optimistis Karhutla di Kalimantan Selatan Terkendali, Tekankan Sinergi dan Kesiapsiagaan Lintas Instansi

Terkini 01 Aug 2026 12:06 • 3 min read • 148 views • By Erick

Share berita ini

Menko Polkam Optimistis Karhutla di Kalimantan Selatan Terkendali, Tekankan Sinergi dan Kesiapsiagaan Lintas Instansi
Kunjungan Menkopolhukam ke Posko Pantau Pengayuan Banjarbaru, untuk memantau kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalsel.(Dok: Erick).

Banjarbaru, Mataborneo.online – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, meninjau Pos Pantau Pengayuan dalam rangka Pengamanan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan di Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas instansi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.


Dalam peninjauan tersebut, Menko Polkam menerima paparan mengenai kondisi terkini titik panas, strategi pencegahan, kesiapan peralatan, hingga langkah-langkah penanganan apabila terjadi peningkatan kebakaran. Kegiatan itu melibatkan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, serta para relawan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pengendalian karhutla.


Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengapresiasi kesiapan seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, sinergi yang terbangun antara seluruh instansi menjadi kekuatan utama dalam mengantisipasi maupun mengendalikan kebakaran sebelum meluas.


"Dari hasil peninjauan yang saya lakukan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan terhadap sejumlah titik kebakaran, saya merasa optimistis bahwa situasi ini dapat kita tangani. Seluruh dukungan yang diperlukan telah tersedia, sehingga tidak ada kesulitan yang tidak bisa kita atasi apabila semua pihak bekerja sama," ujar Djamari.


Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mempercepat penanganan karhutla, termasuk operasi pemantauan udara dan operasi modifikasi cuaca. Menurutnya, seluruh perangkat telah siap dan tinggal menunggu kondisi cuaca yang mendukung agar pelaksanaan dapat dilakukan secara optimal.


"Saat ini berbagai langkah penanganan telah disiapkan, mulai dari operasi pemantauan hingga operasi modifikasi cuaca. Pelaksanaannya tinggal menunggu kondisi yang memungkinkan. Begitu cuaca mendukung, operasi bisa segera dilakukan, bahkan pada malam hari apabila telah dikoordinasikan dengan pihak bandara. Hujan buatan sangat penting untuk mempercepat pengendalian kebakaran hutan dan lahan," jelasnya.


Lebih lanjut, Djamari menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk insan pers, untuk berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah pembakaran lahan.


"Penanganan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya juga meminta rekan-rekan pers untuk mengajak masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan. Persoalan lingkungan pada hakikatnya adalah persoalan keselamatan manusia," tegasnya.


Dirinya juga mengimbau, agar masyarakat agar tidak mengutamakan kepentingan pribadi yang dapat menghambat upaya penanggulangan bencana. Ia meminta seluruh unsur, mulai dari Manggala Agni, Tagana, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga para relawan, terus memperkuat kolaborasi dalam setiap tahapan penanganan karhutla.


"Saya mengimbau masyarakat agar tidak mengedepankan kepentingan pribadi. Penanganan bencana ini dilakukan demi kepentingan bersama. Karena itu seluruh unsur harus bergerak bersama untuk menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan," katanya.


Menutup kunjungannya, Djamari berharap koordinasi yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Ia optimistis, dengan kesiapsiagaan personel, dukungan sarana prasarana, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dapat berlangsung secara cepat, terpadu, dan efektif sehingga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Mata Borneo