BPBD Kalsel Ungkap Lebih dari 500 Kejadian Karhutla Berhasil Dikendalikan

Terkini 02 Aug 2026 07:36 • 3 min read • 153 views • By Erick

Share berita ini

BPBD Kalsel Ungkap Lebih dari 500 Kejadian Karhutla Berhasil Dikendalikan
Kunjungan Menko Polhukam ke Pos Pantau Pengayuan,

Banjarbaru, Mataborneo.online – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago ke Pos Pantau Pengayuan, Sabtu (1/8/2026), bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.


Menurut Ronny, dalam kunjungan tersebut Menko Polkam meninjau langsung sistem kerja lintas instansi, kondisi penanganan di lapangan, serta berbagai fasilitas pendukung yang digunakan dalam operasi penanggulangan karhutla. Menko juga memberikan sejumlah arahan penting kepada seluruh personel yang bertugas.


"Beliau melihat langsung cara kerja kita, kondisi penanganan di daerah, serta fasilitas yang kita miliki. Pesan utama yang disampaikan adalah mengutamakan keselamatan personel dan memastikan setiap kejadian karhutla segera ditangani sejak dini agar tidak meluas dan tidak dibiarkan berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar," jelasnya.


Ronny mengungkapkan, hingga saat ini wilayah Banjarbaru masih menjadi daerah dengan jumlah titik kejadian karhutla terbanyak di Kalimantan Selatan. Karena itu, kawasan tersebut masuk dalam wilayah prioritas utama penanganan kebakaran hutan dan lahan.


Sebagai langkah antisipasi, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan telah mendirikan lima posko lapangan yang tersebar di sejumlah wilayah rawan. Salah satunya adalah Pos Pantau Pengayuan yang berada di Ring 1 kawasan prioritas penanganan karhutla.


"Hingga hari ini tercatat sudah sekitar 500 lebih kejadian karhutla di Kalimantan Selatan. Alhamdulillah seluruh kejadian tersebut berhasil ditangani. Di wilayah Pengayuan sendiri memang sangat rawan karena sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WITA suhu permukaan meningkat, sehingga potensi kebakaran cukup tinggi. Itulah alasan kami menempatkan pos lapangan di kawasan ini," imbuhnya.


Dalam upaya penanganan dari udara, BPBD Kalsel juga mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Saat ini tersedia satu unit helikopter patroli, tiga unit helikopter water bombing, serta satu unit pesawat yang digunakan untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan patroli udara. Selain itu, BNPB juga memberikan bantuan logistik dan peralatan seperti mesin pemadam, selang, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Ronny menambahkan, sebagian armada water bombing sempat digeser untuk membantu penanganan kebakaran di Provinsi Kalimantan Tengah. Namun BNPB memastikan apabila kebutuhan di Kalimantan Selatan meningkat, tambahan armada akan segera dikirimkan.


"Tadi dari BNPB juga sudah menyampaikan, apabila memang Kalimantan Selatan membutuhkan tambahan helikopter water bombing, maka akan segera digeser ke wilayah kita sesuai perkembangan situasi di lapangan," terangya.


Sementara itu, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk sementara waktu dihentikan. Ronny menjelaskan, TMC telah dilaksanakan pada 15 hingga 21 Juli 2026, namun berdasarkan hasil evaluasi BMKG, sebaran awan yang berpotensi menghasilkan hujan sudah semakin tipis sehingga operasi belum dapat dilanjutkan.


"Kami tetap memantau perkembangan cuaca bersama BMKG. Apabila kondisi atmosfer kembali memungkinkan dan diperlukan untuk mendukung penanganan karhutla, maka pelaksanaan TMC akan kembali dipertimbangkan," pungkas Ronny.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Mata Borneo